Namaku Melinda Sari mahasiswi Jurusan
Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta. Pada saat itu tepatnya tanggal 1 April 2016 seleksi Cikgu
VTIC Cycle 5 tahap 3 di umumkan. Dan betapa terkejutnya aku ketika namaku ada
diantara deretan nama-nama yang lolos. Aku tidak menyangka akan lolos dan
menjadi salah satu dari 40 mahasiswa yang beruntung untuk berkontribusi dalam
dunia pendidikan Indonesia. Ya, aku lolos dan resmi menjadi Cikgu VTIC Cycle 5
yang akan diberangkatkan bulan Agustus 2016 nanti menjadi tenaga pengajar anak- anak TKI di Miri,
Sarawak, Malaysia.
Senin, 18 Juli 2016
Sabtu, 16 Juli 2016
Mahasiswa Mengabdi, Cinta Tanah Air dan Penerus Perjuangan
Melinda Sari
Soekarno pernah berkata “Beri aku 1.000
orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Beri aku 10 pemuda niscaya
akan kuguncangkan dunia” Tidak salah memang jika bapak proklamator kita sampai
berkata seperti itu karena peran pemuda sangatlah penting dalam peristiwa
kemerdekaan Indonesia. Dengan semangat pemuda yang menggebu- gebu dan rasa
cinta tanah air yang mereka miliki terjadilah peristiwa rengasdengklok, karena
peristiwa itulah bapak proklamator kita memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 17 agustus 1945. Peristiwa itu terjadi juga karena adanya desakan
para pemuda yang sangat mencintai tanah air Indonesia, yang tidak sabar dan
sangat haus akan kemerdekaan Indonesia.
Coba
kita lihat kenyataan pada zaman sekarang ini, apakah pemuda Indonesia memiliki
semangat cinta tanah air seperti zaman dahulu? walaupun saat ini Indonesia
telah merdeka dan sudah tidak ada lagi penjajahan, tetapi masih banyak
permasalahan di masyarakat yang seharusnya para pemuda khususnya para mahasiswa
bisa membantu menyelesaikannya. Mahasiswa sebagai penerus bangsa Indonesia yang
memiliki kemampuan intelektual yang tinggi dan pemikiran- pemikiran inovatifnya
saya yakin dapat ikut andil dalam menyelesaikan masalah- masalah yang ada di
masyarakat.
Menurut
saya contoh permasalah di masyarakat yang seharusnya bisa ditangani mahasiswa
adalah pendidikan, karena banyak sekali masalah pendidikan di Indonesia yang
belum terpecahkan sampai saat ini. Contohnya adalah kualitas pendidikan yang
tidak merata, kualitas pengajar atau guru yang kurang, bahkan sampai kurangnya
pengajar atau guru di daerah- daerah terpencil. Karena inilah seharusnya para
mahasiswa bisa ikut andil dalam memecahkan salah satu masalah pendidikan di
Indonesia yaitu menjadi seorang pengajar atau guru suka rela untuk mengisi
kekosongan yang ada di daerah- daerah terpencil. Inilah saatnya para mahasiswa
menjadi relawan pejuang pendidikan.
Dengan
ikut sertanya para mahasiswa menjadi tenaga pengajar sukarela, saya yakin
masalah kekosongan guru didaerah- daerah terpencil pun dapat tertangani. Bukan
hanya mengisi kekosongan saja, bahkan mahasiswa tersebut dapat memperbaiki
kualitas pengajaran yang ada di daerah terpencil itu menjadi lebih baik. Jika sudah
seperti itu terjadilah pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, karena
diharapkan mahasiswa sebagai kaum intelektual dapat memperbaikinya.
Kegiatan
menjadi relawan ini sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi yang salah
satunya memuat tentang pengabdian kepada masyarakat. Sudah seharusnya para
mahasiswa mengabdikan diri mereka untuk masyarakat, terlebih lagi mengabdikan
diri mereka di bidang pendidikan. Jika seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia tergerak
hatinya untuk menjadi relawan, pasti pendidikan di Indonesia akan lebih baik
dan lebih maju. Karena para relawan ini mengajarkan pendidikan yang lebih baik
kepada adik- adik penerus bangsa di bawahnya dan kemudian jika para adik- adik
ini sudah menjadi seorang mahasiswa mereka pun akan tergerak hatinya juga untuk
menjadi relawan dan bisa memperbaiki lagi kualitas pendidikan yang ada di
Indonesia, begitulah seterusnya sampai kualitas pendidikan Indonesia menjadi
semakin maju berkat gotong royong para relawan pejuang pendidikan.
Semoga makin
banyak para mahasiwa di Indonesia yang sadar bahwa menjadi relawan merupakan
suatu perbuatan yang harus ada di dalam diri mereka masing-masing. Menurut saya
relawan yang ada saat ini adalah sosok baru penerus para pemuda yang dahulu
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, bahkan saat ini relawan sudah seperti
pahlawan yang berjuang di bidang pendidikan agar kualitas pendidikan di
Indonesia bisa semakin maju, berkualitas dan merata.
Senin, 04 Juli 2016
Dirimu adalah Proses yang memerlukan Waktu
Aku tak tahu sajak seperti apa yang dapat menggambarkan perasaanku saat ini
Kata seperti apa yang dapat mewakili perasaanku sekarang ini
Dan emotion apa yang bisa memperlihatkan perasaanku detik ini
Langkahku di muka bumi ini kutujukan semua untuk-Mu wahai Rabbku
Aku pasrah dengan semua hal yang akan Kau takdirkan untukku nanti
Namun aku pun sembaring berdoa agar Kau memberikan jalan yang terbaik padaku
Untuk masalah ini sungguh aku tidak bermain- main
Karena ini menyangkut kehidupan masa depanku
Lebih tepatnya lagi menyangkut kehidupan dunia dan akhiratku
Aku berdoa dengan penuh kesungguhan
Aku berdoa agar aku benar dipertemukan dengan seorang yg terbaik untuk kehidupanku
Yang bisa membawaku agar selalu mengingat dan berada dijalan-Mu
Terkadang aku bertanya kepada diriku sendiri
Mengapa aku harus risau dan gundah dengan hal ini
Padahal ketetapan ini sudah ditulis bahkan sebelum aku dilahirkan ke dunia
Seperti kupu-kupu yang mengalami metamorfosis kehidupan
Kupu-kupu itu harus menunggu hingga akhirnya ia bahagia dengan sayapnya yang indah
Dan semuanya pun memerlukan proses dan waktu untuk memperoleh keindahan
Begitu pula denganku
Aku akan menunggu hingga kita dipertemukan wahai seseorang yg sudah tertulis di Lauhul Mahfuzku
Entah siapa pun dirimu, semoga kamu adalah yang terbaik yang dikirim oleh-Nya untukku
Langganan:
Postingan (Atom)
